Aktor – aktor middle power, negara khususnya, dalam iklim global saat ini saling bersaing untuk meningkatkan kapabilitas serta opportunity yang dimiliki. Dalam kasus ini, China sebagai negara yang memegang peranan penting di kawasan Asia dan juga menguasai sebagian besar perdagangan dunia dapat dijadikan contoh dalam besarnya pengaruh yang dihasilkan bagi kebijakan internasional. Dan inilah yang dapat kami analisis tentang faktor – faktor yang mempengaruhi posisi kekuatan China.
What interest and specific goal or objectives?
Interest
Economic vitality and prosperity merupakan Interest yang banyak dicari oleh Negara-negara di dunia pada umumnya. Mereka berusaha meningkatkan perekonomian yang mantap dimana hal tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakatnya. Dalam isu ini, China sebagai contoh, mempunyai perekonomian yang berkembang sangat cepat dan telah menjadi salah satu Negara yang mempunyai kekuatan besar. Walau China bukan negara superpower, tapi mempunyai kekuatan yang besar pengaruhnya baik bagi dirinya, Amerika Serikat, maupun aktor-aktor internasional lain. China juga mempunyai keinginan untuk memperbesar kekuatan militernya, karena militer adalah salah satu point penting yang dapat digunakan China untuk menjadikan dirinya sebagai negara yang punya pengaruh dalam perannya sebagai major power dan sebagai bentuk pertahanan negaranya bila ada gangguan yang datang dari luar. Sebagai bukti bahwa mereka serius menjadikan militer sebagai bagian dari kekuatan mereka, China menaikan anggaran belanja militernya dari tahun ke tahun. Untuk membeli peralatan militernya sebagai pertahanan negaranya.
Menurut definisi dalam International Relations and world Politics (Paul R. Viott dan Mark V. Kauppi), Objectives dapat diartikan sebagai interest atau kepentingan state dan non-state aktor dalam jangka Pendek atau lebih mengarah urgent atau jangka pendek, Jangka Menengah, dan Jangka Panjang. Goal atau objectives yang ingin dicapai oleh China dalam jangka pendek adalah memperbaiki stabilitas perekonomian yang sempat menurun akibat krisis global dan memperkuat pasukan militer, jangka menengah adalah lebih banyak bekerja sama dengan negara – negara lain atau organisasi – organisasi internasional dalam bidang ekonomi khususnya, dan jangka panjangnya adalah menjaga stabilitas dan membuat atmosfer perekonomian menjadi kondusif juga menjadikan pasukan militer mereka menjadi yang paling kuat dengan membekali mereka dengan peralatan yang canggih.
What opportunity?
Opportunity sendiri memiliki arti yaitu kondisi atau situasi yang mendukung suatu negara untuk mencapainya tujuan, di sini kita lihat hal - hal yang dapat mendukung China menjadi negara major power. Karena dalam dunia globalisasi sekarang ini, pasar semakin bebas, ini menjadi peluang China untuk memproduksi segala macam barang dan menguasai pasar dunia. China memproduksi mulai dari pakaian sampai barang - barang elektronik. Karena biaya produksi barang – barang di China murah, maka banyak negara yang memproduksi barang – barang di sana, dan itu dijadikan suatu peluang untuk menambah defisa bagi China. Dalam bidang ekspornya, China juga mengalami kenaikan walau naik secara perlahan.
Dari masalah dana pun China tidak punya masalah, karena China memiliki sumber dana yang cukup banyak. Dari bidang industri dan pajak yang mengalami peningkatan dalam sembilan bulan ini. Jika dibandingkan dengan negara superpower seperti Amerika Serikat, jumlah ekspor yang dihasilkan oleh China masih lebih baik, walaupun mengalami kenaikannya secara bertahap. Dan dengan bergabungnya China diorganisasi – organisasi internasional juga telah membuka peluang lebih luas untuk saling bekerja sama dengan negara lain disegala bidang, seperti di bidang ekonomi khususnya, politik, security, sosial, dan budaya.
Kapabilitas dalam hal teknologi, China menjadi salah satu Negara yang teknologinya sudah maju dan sumber daya manusia yang cukup besar. Karena China adalah Negara nomor satu di dunia yang memiliki penduduk terbanyak, maka itu membuat posisinya sebagai major power dinilai semakin kuat. Karena tidak semua Negara punya teknologi yang maju dan memiliki banyak sumber daya manusia yang berkualitas seperti yang dimiliki oleh China. Buktinya dapat kita lihat dalam diagram berikut,
pada tahun 2000 populasi China sekitar 1.261.832.482 jiwa dan delapan tahun berikutnya yaitu tahun 2009 bertambah menjadi 1.338.612.968 jiwa. Itu membuktikan bahwa China memang mempunyai potensi sumber daya manusia yang sangat baik. Walaupun krisis global sempat mengancam dan membuat pengangguran bertambah, tetapi pemerintah berusaha untuk mengatasi hal itu. Dan ternyata pengengguran yang ada di China berhasil dikurangi.dari tahun ke tahun. Beda dengan Amerika Serikat, sebagai superpower, yang prosentase penganggurannya naik dalam beberapa tahun. Itu di sebabkan karena Amerika Serikat tidak bisa mengambil cara yang tepat untuk mengatasi masalah ini seperti China dan itu membuktikan bahwa China dapat bertindak lebih baik dari Amerika Serikat. Dengan teknologi yang canggih itu pula, China mempunyai armada militer yang kuat sehingga ancaman keamanan dari luar dapat diatasi. Dari segi letak geografisnya, China berbatasan dengan banyak Negara. Itu memungkinkan China menjalin kerja sama dikawasan regional maupun Internasional. China memiliki luas wilayah yang besar dan juga memiliki hasil pertanian yang cukup banyak, seperti padi, gandum dan jagung.
Dalam konteks uni-multipolar dan Sistem Politik Internasional, opportunities yang dimiliki aktor middle power dijadikan kesempatan untuk mencapai kepentingannya. Seperti halnya dalam contoh ini, Segala hal yang China miliki baik bidang ekonomi, sumber dana, jumlah populasi, SDA, letak geografi, kesiapan armada militer, baiknya hubungan diplomasi, dan faktor-faktor mendukung lainnya dipakai sebagai sarana melancarkan aksinya untuk memperoleh kepentingan yang dicari.
What threats?
Dalam menjalankan misinya terdapat hal – hal yang dapat menjadi ancaman bagi China dalam eksistensinya dengan interaksi antar aktor internasional. Adanya pasar bebas yang membuka negara middle power lain serta small power seperti Jepang, Korea, Thailand, dan Indonesia, sebagai produsen, ikut bersaing menjual barang – barang hasil produksi. Itu akan mengancam keberadaan China sebagai pengekspor terbesar. Pangsa pasar akan mulai beralih mengimpor barang dengan kualitas lebih baik dengan harga serupa. Seperti yang isu belakang yang diberitakan media, mengenai kasus susu China serta mainan anak yang mengandung bahan melamin berbahaya bagi kesehatan. Serta kualitas barang China yang tidak tahan lama dibanding dengan kualitas barang yang dihasilkan Negara-negara Eropa maupun Jepang. Terjadinya krisis global di Amerika Serikat, juga menjadi ancaman serius bagi perekonomian China. Sebab China melakukan banyak hubungan dagang dengan Amerika. Hal-hal semacam ini kemudian dapat menjadi ancaman serius bagi perkembangan perdagangan Negara tersebut.
Selain ancaman dalam isu hubungan perdagangan, China dalam kapabilitasnya yang bukan sebagai negara demokrasi, itu juga bisa dianggap sebagai sebuah ancaman. Karena pada dasarnya negara demokrasi adalah negara yang memberi kebebasan pada masyarakatnya untuk berpendapat, mengkritisi kebijakanm dan ikut serta dalam setiap perubahan yang dilakukan pemerintah. Tapi China bukanlah negara yang menganut paham demokrasi, dia menganut paham komunis, yang segala sesuatunya diatur dan dijalani oleh pemerintahnya saja, masyarakat tidak punya kewajiban untuk ikut andil. Terdapat pula konflik domestic dalam negaranya yang belum dapat teratasi. Adanya kasus pelanggaran HAM berat dan diskriminasi terhadap masyarakat Tibet, dan etnis Uighur yang mendapat soroton tajam dari dunia internasional. Konflik-konflik domestik ini belum dapat diatasi secara baik oleh pemerintah China sehingga menjadi sebuah ancaman internal dalam negaranya yang berpengaruh terhadap kepercayaan dunia luar dengan China sebagai negara middle-power.
Maka sebuah pertanyaan akan muncul, apakah China dapat mempertahankan posisinya sebagai negara middle power atau akan berganti posisi menjadi superpower? Namun tak menutup kemungkinan dengan ancaman yang ada akan berubah China menjadi small power.
What action?
Dalam melancarkan misi untuk memenuhi semua kepentingan nasional, China melakukan berbagai upaya dengan memaksimalkan opportunity yang dimiliki. Dalam bidang ekonomi, pertumbuhan yang pesat membuat China menjadi pasar yang konduktif bagi investor dan sebagai lahan perdagangan yang luas dengan jumlah penduduknya yang besar dan China menjadi salah satu pasar terbesar bagi produk impor Amerika. Pusat Statistik China akhir April lalu merilis data pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kuartal pertama 2007 yang sudah mencapai 11,1 persen. Angka itu bahkan jauh di atas periode yang sama tahun 2006, yaitu sebesar 10,4 persen. Tidak satu negara pun di dalam kawasan asia mampu menyamai rekor pertumbuhan itu. Pertumbuhan China yang begitu pesat nyaris tidak terpengaruh oleh perlambatan ekonomi global. Pintu pasar bebas yang dibuka oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) semakin memperdalam integrasi regional maupun global bagi China. Dan pada tahun 2006, nilai investasi asing (foreign direct investment) di China sudah mencapai 60 miliar dollar AS. Digambarkan posisi China yang sangat strategis dalam menjaring produksi global sebagai pabrik dunia. Dengan upah buruh yang rendah, seluruh rangkaian produksi barang-barang massal akan menjadi sangat murah jika dilakukan di China.
Seiring dengan perkembangan ekonomi, China turut serta meningkatkan kebijakannya dalam pertahanan dan keamanan militer. Dalam bidang militer, China meningkatkan budget 2009 untuk anggaran pertahanannya. Hal ini disebabkan akan motif pengejaran kepentingan nasional China untuk meningkatkan kekuatan pertahanan militer. Terlihat dari data yang kami peroleh China mengumumkan 14,9 persen kenaikan biaya anggaran pertahanan untuk tahun 2009, jumlah keseluruhan menjadi 703 milyar dolar AS, menurut sebuah badan resmi. Dikatakan oleh Jacqueline Newmyer, presiden dan CEO dari Long Term Strategy Group bahwa anggaran belanja pertahanan China telah berlipat ganda sejak tahun 2000 atau bahkan sejak tahun 2005. China telah mengembangkan strategi modernisasi kekuatan nuklir, dan membangun ladang peluncur rudal-rudal balistik antar benua berbahan bakar padat. Sebuah kapal selam model terbaru yang memiliki kemampuan meluncurkan rudal-rudal balistik dimasa mendatang.
Tak hanya hal-hal yang telah disebutkan diatas, China turut melakukan banyak hubungan-hubungan dagang serta kegiatan militer dengan berbagai negara maupun organisasi internasional. Seperti keikutsertaannya dalam G20, WTO, dan hubungan kerjasama dengan negara-negara di dunia. Perusahaan multinasional China juga banyak didirikan di berbagai negara. Namun kegiatan yang dilakukan oleh China bukan semata-mata tindakan individu negaranya saja, melainkan terjalin dari interaksi dengan berbagai aktor internasional lain. Pemerintah China juga memberikan dana stimulus saat krisis global sedang melanda negaranya kepada perusahaan – perusahaan di sana yang membutuhkan, ini salah satu cara pemerintah China untuk memperbaiki perekonomian negaranya dan mempertahankan perusahaan – perusahaan yang sudah banyak memberikan keuntungan bagi negaranya. Setelah diketahui apa saja yang dilakukan China guna meningkatkan pengaruh ekonomi dan militernya, dapat dikatakan bahwa China sebagai major power saat ini menjadi ancaman serius untuk menggeser kekuatan superpower yang disandang oleh Amerika Serikat, juga Negara-negara lain yang sama posisinya dalam peranan major power sistem uni-multipolar. Ambisi China untuk menguasai perekonomian dunia dan diikuti dengan kemajuan pertahanan militernya, itu dijadikan China sebagai alasan agar ia dapat meraih segala sesuatu yang menjadi tujuan utamanya. Dan bukan tidak mungkin bila China ingin menggantikan posisi Amerika Serikat sebagai negara superpower, ia akan melakukan segala upaya agar dapat menjadi negara yang punya kekuatan yang tidak tertandingi oleh negara manapun.
Kesimpulan
Sesuai dengan kepentingan politik nasional yang dijalani, dengan menggabungkan semua kapabilitas serta Opportunity yang dimiliki China khususnya, maupun negara lain sebagai middle power tidak akan mencapai objektifitas atau kepentingan yang diinginkan jika tidak dijalankan dengan baik. Dalam sistem uni-multipolar selain besarnya pengaruh negara superpower yaitu Amerika Serikat, peranan aktor state dan non-state middle power juga mempunyai pengaruh yang sama besarnya dengan superpower, bahkan dalam hal tertentu melebihi kekuatan Amerika Serikat. Pertumbuhan perekonomian yang pesat serta menguasai pangsa pasar dunia yang dicapai China, dapat menjadi ancaman serius bagi Amerika Serikat. Namun, bila semua kapabilitas dan opportunity yang dimiliki oleh suatu negara tidak digunakan dengan baik, maka kapabilitas dan opportunity yang dimiliki itu tidak dapat digunakan untuk mencapai kepentingan yang ingin dicapai.
Serta perlu diingat bahwa, pengaruh China sebagai major power pada jaman globalisasi saat ini juga dicapai dengan keikutsertaannya dalam berbagai kelompok organisasi dunia. Kemajuan dalam bidang perekonomian dan militer juga diperoleh dari hasil campur tangan aktor-aktor internasional lain yang memiliki peran penting, seperti perusahaan – perusahaan multinasional yang ada di China maupun di luar China. Dan ambisi atau impian yang dimiliki oleh suatu negara dapat dijadikan sebagai penyemangat untuk mencapai tujuan itu sendiri. Tidak hanya pemerintah saja yang berkewajiban untuk melakukan berbagai macam cara untuk mencapai tujuan, semua elemen negara termasuk masyarakat negara itu sendiri berhak dan mempunyai kewajiban untuk itu. Karena tujuan itu adalah tujuan bersama yang ingin dicapai oleh China sebagai sebuah negara yang utuh.
Referensi :
http://www.china.org.cn/business/2009-11/15/content_18888120.htm
http://www.china.org.cn/business/2009-11/04/content_18824923.htm
Perkembangan pesat ekonomi dan politik China dan ancaman terhadap Amerika « Aman wijaya’s blog.htm
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0705/10/ekonomi/3523077
No comments:
Post a Comment